Narkoba. Pasti sering
kita dengar bukan namanya? Bukan hal yang asing lagi bagi kita dengan nama
tersebut. Narkoba adalah suatu zat yang dapat menyebabkan seseorang menjadi
ketergantungan dengan zat tersebut dan juga mempengaruhi sel-sel saraf otak.
Suatu zat yang sangat merugikan bagi diri kita, namun jika digunakan dengan
benar dapat kita manfaatkan dalam dunia pengobatan. Seperti morfin yang dapat menghilangkan rasa nyeri
pada penyakit kanker, obat bius saat operasi pasien, dan masih banyak lagi.
Sayangnya,
di zaman sekarang ini banyak sekali orang-orang yang menggunakan narkoba bukan
pada tempatnya. Mereka menggunakan narkoba hanya untuk kesenangan semata, hanya
karena gengsi yang ditimbulkan dari lingkungan masyarakat, tanpa resep dokter
dan tidak sesuai takaran yang akhirnya merugikan diri mereka sendiri.
Lebih
miris lagi, sekarang ini mulai banyak pemuda-pemudi Indonesia yang mencoba-coba
zat terlarang ini. Bermula dari rasa ingin tahu, mencoba sedikit, mulai ketagihan
dan akhirnya menjadi pecandu berat pada zat ini. Mereka semua menjadi sangat
berketergantungan pada narkoba, rela melakukan segala hal demi barang haram
ini.
Peredaran
narkoba di kalangan remaja ini, berawal dari pergaulan yang kurang baik dan rasa
gengsi yang besar. Terpengaruhi oleh teman sepermainan yang membujuk untuk
menggunakan narkoba yang katanya bisa menghilangkan stress, melepaskan beban
masalah, membuat lebih gembira, membuat kita merasa bebas melayang. ITU SEMUA
BOHONG! Perkataan-perkataan yang kelihatannya sangat manis namun setelah dicoba
sangat pahit rasanya. Semua itu hanya rayuan semata untuk menyesatkan hidup
kita.
Menghilangkan
stress? Melepaskan beban masalah? Justru narkoba membuat kita semakin terjatuh
ke masalah yang lebih dalam. Kita menjadi sangat berketergantungan pada narkoba
dan akhirnya kita mencari segala cara tanpa memikirkan benar atau tidaknya
tindakan kita.
Membuat
lebih gembira? Membuat kita merasa bebas melayang? Bagaimana kita ingin bebas
jika kita harus terus bergantung pada narkoba? Bagaimana kita bisa merasa
gembira jika narkoba mengambil kesempatan kita untuk menjalani masa muda yang
lebih cerah? Kesempatan meraih ilmu, menempuh kesuksesan, melewati masa muda
yang menyenangkan, semua itu sirna ditelan oleh narkoba yang telah merusak
tubuh kita ini.
Seharusnya
pemerintah juga lebih tegas dalam menangani hal ini. Jelas ini masalah yang
besar karena narkoba yang bebas di kalangan remaja Indonesia, bisa membunuh
para generasi muda penerus bangsa yang seharusnya menjadi calon pemimpin yang
akan membuat Indonesia lebih maju dan sukses. Jika semua generasi muda telah
habis ditelan narkoba, bagaimana kelanjutan kita di negara ini? Jika semua
generasi muda menjadi orang yang gagal karena mereka telah dirusak hidupnya
oleh narkoba, maka siapa yang akan memimpin negara ini ke arah yang lebih baik?
Apa
kita harus berdiam diri saja dengan hal ini? Apa kita harus menutup mata? Apa
kita harus menyepelekan masalah ini? Tentu saja TIDAK! Kita harus bertindak!
Kita tidak boleh menyepelekan masalah ini, kita harus bisa menuntun para
generasi muda kita ke arah yang lebih baik untuk masa depan yang baik. Kita
harus bisa menjaga para generasi muda kita agar tetap terjaga baik kualitasnya.
Lalu,
apa saja yang harus kita lakukan untuk menjaga mereka?
1. Yang
pasti haruslah dari diri masing-masing terlebih dahulu. Latih para remaja untuk
lebih mendekatkan diri pada agama. Karena dari iman yang kuat, akan tumbuh
tekad yang kuat pula untuk menghindari hal-hal negatif.
2. Tanamkan
prinsip hidup pada diri sendiri. Prinsip hidup yang tak bisa digoyahkan oleh
siapapun. Yang mengarahkan kita kepada kebaikan dan juga kesuksesan. Bukan yang dengan mudah dipatahkan hanya
karena rasa gengsi semata. Lawan rasa gengsi itu! Masa depanmu lebih penting
dibanding rasa gengsi itu. Karena rasa gengsi tidak menjamin masa depanmu.
3. Beri
anak aktifitas yang positif, seru dan dapat melatih kecerdasan juga. Karena
dengan memiliki kesibukan dalam aktifitas yang disukai, bisa membuat anak tidak
memiliki rasa tertarik untuk mencoba hal-hal yang negatif.
4. Selain
dari diri sendiri, peran keluarga juga penting dalam kehidupan. Keluarga yang
bagus akan menghasilkan anak yang bagus juga. Jika keluarga berhasil
menjaganya, maka anak itu akan tumbuh menjadi anak yang berhasil. Perhatian
dari keluarga sangat dibutuhkan. Bukan perhatian yang terlalu over, bukan juga
perhatian yang terlalu low. Keluarga harus bisa memantau aktifitas anaknya,
tapi jangan sampai anak tersebut merasa terkekang. Mungkin cukup dengan
menanyakan kabar dan aktifitas rutin yang dia lakukan.
5. Dari
pihak anak juga harus bisa menjaga pergaulan. Karena pergaulan yang buruk akan
menghasilkan orang-orang yang buruk juga. Para remaja biasanya lebih mudah
terpengaruh oleh ajakan teman-temannya. Maka dari itu, pilihlah teman yang baik
dalam bergaul agar tidak terjerumus dalam kesesatan.
6. Para
remaja juga harus dibekali dengan pengetahuan. Bisa kita lakukan dengan diadakannya
penyuluhan, membahas macam-macam narkoba, ciri-cirinya, serta dampak buruk narkoba
jika dikonsumsi. Dengan ini para remaja dapat mengetahui tentang narkoba dan
dapat menghindarinya.
7. Hukum
lebih diperketat suatu keharusan pastinya. Ini bukan masalah yang main-main,
narkoba telah membunuh lebih dari 50 orang setiap harinya
(http://news.metrotvnews.com). Bayangkan jika kita semua diperdaya untuk
mengkonsumsi narkoba! Apa yang akan terjadi selanjutnya? Para calon pemimpin,
penemu, penerus bangsa ini bisa habis ditelan oleh narkoba. Tahukah kamu?
Indonesia telah menjadi target besar untuk pengedaran narkoba. Mengapa? Karena
keuntungan yang besar dan hukuman yang ringan (http://nasional.kompas.com).
Seharusnya Indonesia lebih memperketat sistem hukum dalam masalah narkoba ini,
karena jelas ini merupakan salah satu usaha pembunuhan walau tidak memakai
kekerasan. Jika bukan sekarang, kapan lagi? Apa kita harus menunggu sampai
narkoba memakan lebih banyak korban? Jika hukum tidak bisa tegas, maka para pengedar
narkoba akan lebih leluasa menjajakan barang ilegal itu dan membasmi para
generasi muda Indonesia yang seharusnya bisa tumbuh menjadi orang sukses yang
memimpin Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan baik.
8. Selain
itu, dari pihak para petinggi negara dan penegak hukum serta tokoh-tokoh yang
lebih dipandang pun harus memberi contoh yang baik. Jangan sampai kita melarang
namun kita juga yang melanggar. Karena para remaja juga akan meniru para tokoh
terpandang yang dilihatnya.
Dengan
ini, kita harus bisa lebih berhati-hati dan lebih memperhatikan para remaja
yang sedang dalam proses mengikuti jalan hidupnya menuju puncak keberhasilan.
Menjauhkan para remaja dari zat berbahaya bernama NARKOBA. Karena narkoba BUKAN
konsumsi untuk para generasi muda yang cemerlang, karena narkoba BUKAN suatu
hal yang perlu dicoba, karena narkoba BUKAN hal keren bagi remaja Indonesia.